Kritis, Objektif, dan Emansipasitoris

Relevansi Realisme Kritis Roy Bhaskar bagi Studi Agama

Penulis

  • Yohanes Hasiholan Tampubolon Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang
  • Dody Truna Sejarah berdirinya Universitas Islam Negeri image/svg+xml
  • Rifki Rosyad Sejarah berdirinya Universitas Islam Negeri image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.33550/sd.v13i1.563

Kata Kunci:

realisme kritis, Roy Bhaskar, objektivitas, emansipatoris, keterlibatan nilai, Studi Agama

Abstrak

Artikel ini dilatarbelakangi keterlibatan nilai dalam studi agama. Apakah studi agama harus bebas nilai seperti dikemukakan McCutcheon atau tidak dapat bebas nilai sebagaimana dinyatakan Goldstein? Penelitian ini berangkat dari persoalan tersebut dan bertujuan melihat realisme kritis Roy Bhaskar menawarkan jalan tengah bagi studi agama. Dengan menggunakan metode analisis kepustakaan kualitatif, penelitian ini mengkaji karya-karya Bhaskar dan literatur studi kritis tentang agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan konteks kolonialisme, patriarki, atau hierarki kelas dalam kelahiran suatu ajaran bukanlah tindakan moral atau politis, tetapi konsekuensi ilmiah dari penelusuran ilmiah. Dalam kerangka pemikiran Bhaskarian, objektivitas tidak berarti bebas nilai, tetapi merupakan proses epistemik untuk menyingkap mekanisme real yang tersembunyi di balik fenomena keagamaan. Dengan demikian, kritik terhadap agama tidak bersifat moralistik, melainkan bagian dari objektivitas ilmiah. Penelitian ini juga menemukan bahwa dimensi emansipatoris dalam studi agama muncul secara inheren dari keberhasilan analisis ilmiah. Ketika mekanisme penindasan, relasi kuasa, atau struktur ideologis berhasil diungkap maka pengetahuan tersebut secara otomatis bersifat membebaskan. Temuan ini menunjukkan bahwa studi agama dapat bersifat kritis sekaligus objektif tanpa terjerumus ke dalam aktivisme maupun klaim netralitas semu.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Yohanes Hasiholan Tampubolon, Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

    Yohanes Hasiholan Tampubolon adalah dosen di Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang dan memiliki minat dalam bidang studi Perjanjian Baru, teologi sosial-politik, misi gereja, dan ekoteologi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Bandung dan Magister Teologi di Institut Injil Indonesia, serta sedang melanjutkan studi doktoral Studi Agama di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

  • Dody Truna, Sejarah berdirinya Universitas Islam Negeri

    Dody S. Truna adalah akademisi dan Guru Besar bidang Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan aktif dalam kajian studi agama-agama, toleransi, pluralisme, dan hubungan agama dengan masyarakat multikultural Indonesia. Ia menempuh pendidikan di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan melanjutkan studi ke Montreal, Kanada.

  • Rifki Rosyad, Sejarah berdirinya Universitas Islam Negeri

    Rifki Rosyad adalah akademisi dan peneliti yang dikenal dalam bidang studi agama-agama, antropologi agama, psikologi agama, serta moderasi dan toleransi beragama. Ia menempuh pendidikan S-1 Perbandingan Agama di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, kemudian melanjutkan studi magister antropologi di Australian National University (ANU), Canberra, Australia, serta menyelesaikan doktoralnya di bidang Ilmu Pendidikan Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rifki Rosyad aktif mengajar di Fakultas Ushuluddin dan Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Referensi

Bhaskar, Roy. Dialectic: The Pulse of Freedom. Abingdon: Routledge, 2008.

_____. Scientific Realism and Human Emancipation (Second Edition). London: Routledge, 2009.

_____. The Possibility of Naturalism: A Philosophical Critique of the Contemporary Human Sciences (Third Edition). London: Routledge, 1998.

Fitzgerald, Timothy. “Critical religion and critical research on religion: A response to the April 2016 editorial.” Critical Research on Religion 4, no. 3 (2016): 307–13. https://doi.org/10.1177/2050303216676524.

Goldstein, Warren S. “What makes Critical Religion critical? A response to Russell McCutcheon.” Critical Research on Religion 8, no. 1 (2020): 73–86. https://doi.org/10.1177/2050303220911149.

Goldstein, Warren S., Jonathan Boyarin, dan Roland Boer. “Can a religious approach be critical?” Critical Research on Religion 2, no. 1 (2014): 3–5. https://doi.org/10.1177/2050303214520934.

Goldstein, Warren S., Rebekka King, dan Jonathan Boyarin. “Critical theory of religion vs. critical religion.” Critical Research on Religion 4, no. 1 (2016): 3–7. https://doi.org/10.1177/2050303216630077.

_____. “On a balanced critique: (or on the limits of critique).” Critical Research on Religion 5, no. 1 (2017): 3–8. https://doi.org/10.1177/2050303217690902.

Hunt, Stephen J, peny. Handbook of Global Contemporary Christianity: Movements, Institutions, and Allegiance. Leiden: Brill, 2016.

Knox, James W. “Numinous Fear: How Rudolf Otto Altered the Way We Think About the ‘Fear of God’.” Biblical Theology Bulletin: Journal of Bible and Culture 54, no. 1 (2024): 26–37. https://doi.org/10.1177/01461079241230136.

Marty, M. E. “American Studies: Religion.” Dalam International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences, disunting oleh Neil J. Smelser dan Paul B. Baltes, 451–54. Amsterdam: Elsevier, 2001. https://doi.org/10.1016/B0-08-043076-7/03317-9.

Maxwell, Joseph A., Kavita Mittapalli, dan J. A. Maxwell. “Explanatory Research.” Dalam The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research Methods, disunting oleh Lisa Given. Thousand Oaks: SAGE, 2008.

McCutcheon, Russell T. Fabricating Religion: Fanfare for the Common e.g. Berlin: De Gruyter, 2018.

Miller, Richard B. “Critical Humanism and the Study of Religion: A Statement and Defense.” Method & Theory in the Study of Religion 36, no. 2 (2023): 206–18. https://doi.org/10.1163/15700682-bja10120.

Müller, Friedrich Max. The Sacred Books of the East. Oxford: Clarendon, 1879.

Payne, Brendan Jones. “Kate Bowler: Blessed: A History of the American Prosperity Gospel. New York: Oxford University Press, 2013; pp. xi + 337.” Journal of Religious History 43, no. 4 (2019): 557–59. https://doi.org/10.1111/1467-9809.12622.

Rassiller, Markus. “Bewerten und Beurteilen. Dimensionen religionskundlicher Urteilsbildung.” Zeitschrift für Religionskunde 10 (2022): 81–103. https://doi.org/10.26034/fr.zfrk.2022.110.

Schwöbel, Christoph. “The History of Religions and the Study of Religions: A Response to Hans Kippenberg.” In The Future of the Study of Religion, disunting oleh Slavica Jakelic dan Lori Pearson, 65–75. Leiden: Brill, 2004.

Széll, György. “Positivismusstreit (The Positivist Dispute).” Dalam Encyclopedia of Social Theory, disunting oleh George Ritzer. Thousand Oaks : SAGE, 2005.

Taves, Ann, Wesley J. Wildman, F. LeRon Shults, dan Raymond F. Paloutzian. “Scholarly Values, Methods, and Evidence in the Academic Study of Religion.” Method & Theory in the Study of Religion 34, no. 4 (2022): 378–406. https://doi.org/10.1163/15700682-bja10073.

Unduhan

Diterbitkan

12-06-2026

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Kritis, Objektif, dan Emansipasitoris: Relevansi Realisme Kritis Roy Bhaskar bagi Studi Agama. (2026). Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 13(1), 19-36. https://doi.org/10.33550/sd.v13i1.563

Artikel Serupa

1-10 dari 131

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama