Toleransi sebagai Instrumen Kekuasaan?

Pembacaan Teologi Publik atas Intoleransi Produktif dalam Pelembagaan Moderasi Beragama

Penulis

  • Harls Evan R. Siahaan STT Internasional Harvest Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.33550/sd.v13i2.624

Kata Kunci:

hospitalitas, intoleransi produktif, kuasa pastoral, moderasi beragama, teologi publik

Abstrak

Artikel ini mengajukan pembacaan teologi publik atas pelembagaan moderasi beragama di Indonesia dan intoleransi produktif yang menyertainya. Pertanyaannya: mengapa kebijakan yang menjadikan toleransi sebagai salah satu indikator resminya justru hidup berdampingan dengan, bahkan sebagian bergantung pada, eksklusi terhadap kelompok yang didefinisikan sebagai penyimpang? Dengan genealogi kuasa pastoral Michel Foucault, artikel ini membedah dispositif moderasi beragama, dari UU No. 1/PNPS/1965 dan PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006 hingga Perpres No. 58 Tahun 2023, indeks kerukunan, dan pemantauan digital sebagai teknologi yang menggembalakan religiositas warga omnes et singulatim. Artikel ini berargumen bahwa intoleransi produktif bukan kegagalan moderasi, melainkan efek struktural dari toleransi-izin yang membentuk kawanannya dengan menamai domba yang tersesat. Sebagai respons, artikel ini mengonstruksi teologi hospitalitas yang berakar pada Allah sebagai satu-satunya tuan rumah (Im. 25:23), Kristus sebagai tuan rumah sekaligus tamu, dan hospitalitas yang adil. Teologi ini tidak menolak tatanan publik, tetapi mendepastoralisasinya: menggeser negara dari gembala kesalehan menjadi penjamin hak yang setara dan menggeser gereja dari penerima manfaat izin menjadi tuan rumah, sekaligus tamu yang solider dengan sang liyan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Harls Evan R. Siahaan, STT Internasional Harvest Tangerang

    Harls Evan R. Siahaan adalah dosen di Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest (HITS), Tangerang. Tahun 2025 lulus dari Program Doktoral di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta, dengan menekuni bidang Teologi Sistematika-Konstruktif dan Pentakostalisme. Sebagai koordinator Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Evan Siahaan giat melakukan riset dan publikasi yang lebih berorientasi pada relasi gereja dan masyarakat, baik dalam bingkai konstruktif, teologi publik, maupun pentakostalisme, sekaligus mendorong rekan dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan literasi dan publikasi ilmiah.

Referensi

Adiprasetya, Joas. “Befriending Religious Others: From Religious Moderation to Religious Mediation in Indonesia.” The Ecumenical Review 76, no. 5 (2024): 488–499. https://doi.org/10.1111/erev.12885.

Adiprasetya, Joas, dan Nindyo Sasongko. “A Compassionate Space-Making: Toward a Trinitarian Theology of Friendship.” The Ecumenical Review 71, no. 1–2 (2019): 21–31.

Azahra, Rosita Fatimah. “Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia 2025 Capai 77,89, Toleransi Tinggi Tapi Kebersamaan Rendah.” GoodStats, 13 Agustus 2026. https://data.goodstats.id/statistic/indeks-kerukunan-umat-beragama-indonesia-2025-capai-7789-toleransi-tinggi-tapi-kebersamaan-rendah-MMGMl.

Borradori, Giovanna. Philosophy in a Time of Terror: Dialogues with Jürgen Habermas and Jacques Derrida. Chicago: University of Chicago Press, 2003.

Brown, Peter. “St. Augustine’s Attitude to Religious Coercion.” Journal of Roman Studies 54 (1964): 107–116. https://doi.org/10.2307/298656.

Calvin, John. Institutes of the Christian Religion. Diedit oleh John T. McNeill. Diterjemahkan oleh Ford Lewis Battles. 2 jilid. Library of Christian Classics 20–21. Philadelphia: Westminster Press, 1960.

Crouch, Melissa. “Regulating Places of Worship in Indonesia: Upholding the Freedom of Religion for Religious Minorities?” Singapore Journal of Legal Studies (Juli 2007): 96–116.

DeYoung, Kevin. “A Tale of Two Texts: How the Westminster Confession of Faith Was Changed by American Presbyterians to Reflect a New Understanding of the Civil Magistrate.” Themelios 49, no. 2 (2024). https://thegospelcoalition.org/themelios/article/a-tale-of-two-texts-how-the-westminster-confession-of-faith-was-changed-by-american-presbyterians-to-reflect-a-new-understanding-of-the-civil-magistrate.

Erina, Reni. “Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 11 Tahun.” RMOL.id, 23 Desember 2025. https://rmol.id/nusantara/read/2025/12/23/691302/indeks-kerukunan-umat-beragama-2025-capai-rekor-tertinggi-dalam-11-tahun.

Forst, Rainer. “‘To Tolerate Means to Insult’: Toleration, Recognition, and Emancipation.” Dalam Recognition and Power: Axel Honneth and the Tradition of Critical Social Theory, diedit oleh Bert van den Brink dan David Owen, 215–237. Cambridge: Cambridge University Press, 2007.

———. Toleration in Conflict: Past and Present. Diterjemahkan oleh Ciaran Cronin. Cambridge: Cambridge University Press, 2013.

Foucault, Michel. “The Confession of the Flesh.” Dalam Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972–1977, diedit oleh Colin Gordon, 194–228. New York: Pantheon Books, 1980.

———. Security, Territory, Population: Lectures at the Collège de France, 1977–1978. Diterjemahkan oleh Graham Burchell. New York: Palgrave Macmillan, 2007.

———. “The Subject and Power.” Critical Inquiry 8, no. 4 (1982): 777–795.

———. “Truth and Power.” Dalam Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972–1977, diedit oleh Colin Gordon, 109–133. New York: Pantheon Books, 1980.

Gaffar, Abdul. “The Punishment and Dicipline of Ahmadi Women: A Case Study in Transito Dormitory in Mataram.” Humanisma: Journal of Gender Studies 6, no. 1 (2022): 72–85. https://doi.org/10.30983/humanisme.v6i1.5307.

Halid, S. Sulaiman, R. Mantu, F. Sayogie, I. Al-Kaf, dan M. Labib. “Religion, State, and the Campus: Religious Moderation in the Context of Islamic Higher Education in Indonesia.” Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 28, no. 2 (2025): 320–344. https://doi.org/10.24252/lp.2025v28n2i3.

Human Rights Watch. In Religion’s Name: Abuses against Religious Minorities in Indonesia. New York: Human Rights Watch, 2013.

iNews.id. “Menag Ungkap Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai 77,89, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI.” 2 Agustus 2026. https://www.inews.id/news/nasional/menag-ungkap-indeks-kerukunan-umat-beragama-2025-capai-7789-tertinggi-sepanjang-sejarah-ri.

———. “Perkuat Kerukunan, Kemenag Gandeng TNI-Polri Bahas Moderasi Beragama.” 8 Februari 2026. https://www.inews.id/lifestyle/muslim/perkuat-kerukunan-kemenag-gandeng-tni-polri-bahas-moderasi-beragama.

Ismail, Roni. “Kedudukan Yesus dalam Ajaran Kristen Saksi Yehuwa.” Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial 11, no. 2 (2017): 281–300.

Kementerian Agama Republik Indonesia. “Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Gagasan Moderasi Beragama dan Ekoteologi di Georgetown University.” Diakses 16 Juli 2026. https://kemenag.go.id/internasional/menag-nasaruddin-umar-sampaikan-gagasan-moderasi-beragama-dan-ekoteologi-di-georgetown-university-KBJp3.

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. “SKB Ahmadiyah tidak Perlu Juklak.” 10 Juni 2008. https://www.setneg.go.id/baca/index/skb_ahmadiyah_tidak_perlu_juklak.

Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008, Nomor KEP-033/A/JA/6/2008, Nomor 199 Tahun 2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

Kolimon, Mery, Liliya Wetangterah, dan Karen Campbell-Nelson, ed. Forbidden Memories: Women’s Experiences of 1965 in Eastern Indonesia. Diterjemahkan oleh Jennifer Lindsay. Clayton: Monash University Publishing, 2015.

Marty, Martin E. “Reinhold Niebuhr: Public Theology and the American Experience.” Journal of Religion 54, no. 4 (1974): 332–359.

Medcom.id. “Rapat Besar Moderasi Beragama 2026: Kemenag, TNI, Polri, dan 20 K/L Bahas Program dan Arah Kebijakan.” 8 Februari 2026. https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/GNGGypjN-rapat-besar-moderasi-beragama-2026-kemenag-tni-polri-dan-20-k-l-bahas-program-dan-arah-kebijakan.

Menchik, Jeremy. Islam and Democracy in Indonesia: Tolerance without Liberalism. Cambridge: Cambridge University Press, 2016.

———. “Productive Intolerance: Godly Nationalism in Indonesia.” Comparative Studies in Society and History 56, no. 3 (2014): 591–621. https://doi.org/10.1017/S0010417514000267.

Mujiburrahman. Feeling Threatened: Muslim-Christian Relations in Indonesia’s New Order. Amsterdam: Amsterdam University Press, 2006.

NU Online. “Kuatkan Kerukunan, Kemenag Luncurkan 1000 Kampung Moderasi Beragama.” 27 Juli 2023. https://www.nu.or.id/nasional/kuatkan-kerukunan-kemenag-luncurkan-1000-kampung-moderasi-beragama-sy5Xy.

———. “Setiap Kampus PTKI Dirikan Rumah Moderasi Beragama.” 4 November 2019. https://nu.or.id/nasional/setiap-kampus-ptki-dirikan-rumah-moderasi-beragama-SNobB.

Penetapan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama (UU No. 1/PNPS/1965).

Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama.

Pohl, Christine D. Making Room: Recovering Hospitality as a Christian Tradition. Grand Rapids: Eerdmans, 1999.

Prabandari, Purwani Diyah. “Ahmadiyya Refugees in Lombok Are Still Waiting for Safe Homes.” International Women’s Media Foundation, 30 Januari 2023. https://www.iwmf.org/reporting/ahmadiyya-refugees-in-lombok-are-still-waiting-for-safe-homes/.

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 140/PUU-VII/2009 (19 April 2010).

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 97/PUU-XIV/2016 (7 November 2017).

Rizkita, Muhammad, dan Waryani Fajar Riyanto. “Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy Menchik’s Godly Nationalism.” Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan 7, no. 2 (2023): 167–183. https://doi.org/10.30983/fuaduna.v7i2.8011.

Russell, Letty M. Just Hospitality: God’s Welcome in a World of Difference. Diedit oleh J. Shannon Clarkson dan Kate M. Ott. Louisville: Westminster John Knox Press, 2009.

Saragih, Jon Renis. “The Role of Christian Hospitality in Addressing Violence, Strengthening Tolerance, and Deepening Dialogue.” Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama 8, no. 2 (2025): 257–270. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v8i2.30723.

Singgih, Emanuel Gerrit. “Moderasi Beragama Sebagai Hidup yang Baik: Tiga Tanggapan terhadap Buku Pedoman Kementerian Agama Republik Indonesia Mengenai Moderasi Beragama.” Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 7, no. 2 (2022): 191–212.

TIMES Indonesia. “Wamenag Apresiasi Dibentuknya Sekber dan Aplikasi Pemantauan Implementasi Moderasi Beragama.” 4 Oktober 2024. https://timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/512990/wamenag-apresiasi-dibentuknya-sekber-dan-aplikasi-pemantauan-implementasi-moderasi-beragama.

Tombokan, Tifany Fergie, Nency Heydemans, David Simanjuntak, dan Dennis Palar. “Konsep Keramahtamahan dan Wacana Moderasi Beragama dalam Konteks Sulawesi Utara.” POIMEN: Jurnal Pastoral Konseling 5, no. 1 (2024): 32–45.

Yong, Amos. Hospitality and the Other: Pentecost, Christian Practices, and the Neighbor. Maryknoll, NY: Orbis Books, 2008.

Unduhan

Diterbitkan

31-10-2026

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Siahaan, H. E. R. (2026). Toleransi sebagai Instrumen Kekuasaan? Pembacaan Teologi Publik atas Intoleransi Produktif dalam Pelembagaan Moderasi Beragama. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 13(2), 1-20. https://doi.org/10.33550/sd.v13i2.624

Artikel Serupa

71-80 dari 120

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.