Hasrat Ekonomi Politisi dan Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia Jelang Pemilu 2019

Johanis Putratama Kamuri

Abstract


ABSTRACT: This article rests on the thesis that economic interest is the implicit end of Indonesian political agents. Economic interest, the implicit end, is the main driving force that cause the deterioration of the quality of Indonesian democracy. Various phenomena that cause the deterioration of the quality of Indonesian democracy will be understood and explained through the political strategies of Niccolo Machiavelli as a conceptual framework. Furthermore, the ideal political perspective from Bernhard Sutor which is sustained by Marx’s idea of basic and superstructure will be used to find the implicit end which moves political agents and influences existing political phenomena. This article concludes with a number of thoughts that remind and prepare Indonesian society, especially the readers, to seriously consider their political choices in April 2019, in order to improve the quality of Indonesian democracy. KEYWORDS: The implicit end, Indonesian democrasy, economic interests, Indonesian politicians, Indonesian political situation, Machiavelli

 

 

ABSTRAK:   Artikel ini bertumpu pada tesis bahwa hasrat ekonomi adalah tujuan  implisit agen politik di Indonesia. Hasrat ekonomi yang menjadi tujuan implisit adalah kekuatan utama yang menyebabkan penurunan kualitas demokrasi di Indonesia. Pemikiran Niccolo Machiavelli merupakan bingkai konseptual untuk memahami dan menjelaskan sejumlah fenomena politik yang mempengaruhi penurunan kualitas demokrasi di Indonesia. Selanjutnya perspektif politik ideal dari Bernhard Sutor yang ditopang oleh konsep basis dan superstruktur dari Marx akan digunakan untuk menegaskan tujuan implisit, visi/tujuan politik, yang menggerakkan politisi dan melatarbelakangi fenomena politik tersebut. Artikel ini diakhiri dengan sejumlah pemikiran yang mengingatkan dan mempersiapkan masyarakat Indonesia, khususnya pembaca, untuk mempertimbangkan pilihan politiknya pada April 2019 secara serius, demi peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. KATA-KATA KUNCI: Tujuan implisit, demokrasi Indonesia, hasrat ekonomi, politisi Indonesia, situasi politik Indonesia, Machiavelli


Full Text:

PDF

References


Risqi Bachtiar, “Menurunnya Kualitas Demokrasi.” Detik.com Kolom, 5 Maret 2018. Diakses 24 Desember 2018, https://news.detik.com/kolom/d-3899136/menurunnya-kualitas-demokrasi.

Maurizio Viroli, Machiavelli (London, Granta: 2008), 34.

Niccolò Machiavelli, The Prince, trans. James B. Atkinson (Indianapolis: Hackett Publishing Company, 2008), 279.

Haryatmoko, Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2003), 25-8.

Karl Marx and Frederick Engels, German Ideology, ed. R. Pascal (New York: International Publishers, Inc., 1939), 13-4.

David Trueblood, Filsafat Agama (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1994), 97.

Eep Saefulloh, Mencintai Indonesia dengan Amal: Refleksi atas Fase Awal Demokrasi (Jakarta: Penerbit Republika, 2004), 67.

Victor Silaen, “Kristen dan Kenaifan Politik: Kritik atas Sikap Politik PGPI dalam Pilpres 2014” dalam Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 02 no. 1 (April 2015): 191.

Antoni Putra, “Penurunan Kualitas Demokrasi” dalam Koran Jakarta.com, 30 Agustus 2018. Diakses 24 Desember 2018, http://www.koran-jakarta.com/penurunan-kualitas-demokrasi/.

James B. Atkinson, Introduction to The Prince by Niccolò Machiavelli (Indianapolis: Hackett Publishing Company, 2008), 59.

Franz Magnis-Suseno, Kebangsaan, Demokrasi, Pluralisme: Bunga Rampai Etika Politik Aktual (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2015), 15.

Sally Wehmeier, ed., Oxford Advance Learner’s Dictionary (Oxford: Oxford University Press, 2000), 1224.

Binsar J. Pakpahan, “Shameless and Guiltless: The Role of Two Emotions in the Context of the Absence of God in Public Practice in the Indonesian Context” dalam Exchange 45 no. 1 (2016), 5.

Umar Mukhtar, “Kampanye Lewat Medsos tidak Seefektif Blusukan” dalam Republika.co.id, 8 November 2016. Diakses 24 Desember 2018, https://www.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/16/11/01/ofyj34354-kampanye-lewat-medsos-tidak-seefektif-blusukan.

Jessi Carina, “Perdebatan Harga di Pasar dari Blusukan Jokowi dan Sandiaga” dalam Kompas.com, 9 November 2018. Diakses 24 Desember 2018, https://nasional.kompas.com/read/2018/11/09/07082651/perdebatan-harga-di-pasar-dari-blusukan-jokowi-dan-sandiaga.

Sally Wehmeier, ed., Oxford Advance Learner’s Dictionary, 675.

Ambaranie M.K. Movanita, “Tahun Politik, Produksi Hoaks Diprediksi Semakin Tinggi” dalam Kompas.com, 14 Maret 2018. Diakses 24 Desember 2018, https://nasional.kompas.com/read/2018/03/14/18551201/tahun-politik-produksi-hoaks-diprediksi-semakin-tinggi.

M. Dawam Rahardjo, “Agama di Ruang Publik Politik” dalam Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 02 no. 1 (April 2015): 105.

Lutfi M. Putra, “Isu SARA Muncul karena Tidak Bisa Bertarung di Level Substansif” dalam Kompas.com, 14 Maret 2016. Diakses 24 Desember 2018, https://nasional.kompas.com/read/2016/10/14/18074251/.isu.sara.muncul.karena.tidak.bisa.bertarung.di.level.substansif.

“Pencalonan Pilkada 2018 Transaksional: Penegakan Hukum Pemilu Mutlak Dilakukan” dalam Indonesia Corruption Watch, 22 Januari 2018. Diakses 31 Desember 2018, https://antikorupsi.org/id/news/pencalonan-pilkada-2018-transaksional-penegakan-hukum-pemilu-mutlak-dilakukan

“Tren Penindakan Kasus Korupsi: Objek Penyalahgunaan APBD Paling Banyak Dikorupsi Oleh Kepala Daerah” dalam Indonesia Corruption Watch, 19 Februari 2018. Diakses 31 Desember 2018, https://antikorupsi.org/id/news/tren-penindakan-kasus-korupsi-objek-penyalahgunaan-apbd-paling-banyak-dikorupsi-oleh-kepala.




DOI: https://doi.org/10.33550/sd.v6i1.108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Publisher

 

MoU & Associations