Beragam Bentuk Pemahaman Keagamaan

Toleransi Kognitif di Indonesia dan Inggris

Penulis

  • Jonathan Midkiff Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.33550/sd.v13i1.611

Kata Kunci:

toleransi kognitif, pendidikan religius, Indonesia, Inggris, keberagaman religius, analisis kebijakan

Abstrak

Pendidikan agama sering kali diharapkan dapat mendorong toleransi, namun penghormatan terhadap perbedaan agama tidak serta-merta menjamin pemahaman yang akurat mengenai penganut agama lain. Studi ini mengkaji bagaimana kebijakan pendidikan agama di Indonesia dan Inggris menekankan bentuk-bentuk toleransi kognitif yang berbeda. Dengan menggunakan analisis dokumen kualitatif dan analisis kebijakan komparatif, studi ini menelaah dokumen hukum, kurikulum, dan pedagogi terpilih melalui empat komponen: Pengetahuan tentang Penganut Agama Lain, Pengakuan terhadap Keberagaman Internal, Refleksi Kritis, serta Pemahaman mengenai Persamaan dan Perbedaan. Kebijakan di Indonesia memberikan penekanan relatif lebih besar pada pemahaman mengenai persamaan dan perbedaan dalam kerangka pembinaan keagamaan, harmoni sosial, dan kewarganegaraan yang bertanggung jawab. Sementara itu, kebijakan di Inggris lebih menekankan pada refleksi kritis serta pengetahuan mengenai pandangan dunia keagamaan maupun non-keagamaan melalui inkuiri bersama. Pengakuan terhadap Keberagaman Internal muncul dalam proporsi yang serupa pada kedua perangkat data, namun memiliki fungsi kurikuler yang berbeda. Temuan ini menunjukkan adanya jalur yang dikonfigurasikan secara berbeda menuju toleransi kognitif, yang memadukan komponen-komponen kognitif yang sama dengan penekanan relatif dan tujuan kurikuler yang berlainan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Jonathan Midkiff, Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Universitas Gadjah Mada

    Jonathan Midkiff memiliki hasrat besar di bidang pendidikan; ia pernah mengajar matematika dan mata pelajaran Alkitab di tingkat sekolah menengah selama lima tahun. Meningkatnya keragaman agama serta kekhawatiran mengenai intoleransi beragama di berbagai belahan dunia menjadi faktor yang mendorong keputusannya untuk pindah ke Indonesia. Setelah menyelesaikan gelar magister dalam Studi Agama dan Lintas Budaya di Universitas Gadjah Mada, Jonathan mulai mengajar sebagai dosen tamu di STTBII Purworejo. Di sana, ia senang mendorong para mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi antaragama serta membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai individu dengan latar belakang agama yang berbeda.

Referensi

Board of Educational Standards, Curriculum, and Assessment Ministry of Primary and Secondary Education Republic of Indonesia. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah [Decision of the Head of the Board of Educational Standards, Curriculum, and Assessment Number 046/H/KR/2025 concerning Learning Outcomes for Early Childhood Education, Basic Education, and Secondary Education]. Jakarta, 2025.

Christopher, Kate, and Lynn Revell. “Islam as educational knowledge: challenges and barriers to the development of a Religion and Worldviews approach to teaching Islam in schools.” Journal of Beliefs & Values 45, no. 2 (2024): 140-52. https://doi.org/10.1080/13617672.2024.2315404.

Cooling, Trevor. “Knowledge in a religion and worldviews approach in English schools.” British Journal of Religious Education 47, no. 2 (2025): 130–39. https://doi.org/10.1080/01416200.2024.2304693.

Cooling, Trevor. “Worldview in religious education: autobiographical reflections on The Commission on Religious Education in England final report.” British Journal of Religious Education 42, no. 4 (2020): 403–14. https://doi.org/10.1080/01416200.2020.1764497.

Dinham, Adam, Alp Arat, and Martha Shaw. Religion and Belief Literacy: Reconnecting a Chain of Learning. Bristol: Policy Press, 2021.

Flanagan, Ruth. “Teachers’ personal worldviews and RE in England: a way forward?” British Journal of Religious Education 43, no. 3 (2021): 320–36. https://doi.org/10.1080/01416200.2020.1826404.

Hannam, Patricia, Gert Biesta, Sean Whittle, and David Aldridge. “Religious literacy: a way forward for religious education?” Journal of Beliefs & Values 41, no. 2 (2020): 214–26. https://doi.org/10.1080/13617672.2020.1736969.

Imamah, Fardan Mahmudatul, and Hongsok Lee. “Bridging the Gap: Exploring Religious Literacy as an Alternative Approach to Religious Education in Indonesia.” Analisa: Journal of Social Science and Religion 9, no. 1 (2024): 1–19. https://doi.org/10.18784/analisa.v9i1.2136.

Jackson, Robert. Religious Education: An Interpretive Approach. London: Hodder & Stoughton, 1997.

Jackson, Robert. Rethinking Religious Education and Plurality: Issues in Diversity and Pedagogy. London: RoutledgeFalmer, 2004.

Jarmer, Sebastian Tjelle. “Critique of religion and critical thinking in religious education.” British Journal of Religious Education 47, no. 3 (2025): 253–67. https://doi.org/10.1080/01416200.2024.2403400.

Johnson, Anna Franzén, Annika Lilja, and Christina Osbeck. “Discourses on religion in research that focuses on students’ perspectives.” Journal of Religious Education 72 (2024): 235–53. https://doi.org/10.1007/s40839-024-00230-7.

Ministry of Education, Culture, Research, and Technology Republic of Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah [Regulation of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology Number 12 of 2024 concerning the Curriculum for Early Childhood Education, Basic Education, and Secondary Education]. Jakarta, 2024.

Mu’ti, Abdul. “Pluralistic Islamic Religious Education: A Vision for Indonesia.” Review of Faith & International Affairs 21, no. 2 (2023): 121–27. https://doi.org/10.1080/15570274.2023.2200280.

Mulya, Teguh Wijaya, and Anindito Aditomo. “Researching religious tolerance education using discourse analysis: a case study from Indonesia.” British Journal of Religious Education 41, no. 4 (2019): 446–57. https://doi.org/10.1080/01416200.2018.1556602.

Mulya, Teguh Wijaya, Anindito Aditomo, and Anne Suryani. “On being a religiously tolerant Muslim: discursive contestations among pre-service teachers in contemporary Indonesia.” British Journal of Religious Education 44, no. 1 (2022): 66–79. https://doi.org/10.1080/01416200.2021.1917338.

Raihani. “Creating a Culture of Religious Tolerance in an Indonesian School.” South East Asia Research 22, no. 4 (2014): 541–60. https://doi.org/10.5367/sear.2014.0234.

Religious Education Council of England and Wales. National Content Standard for Religious Education in England (First Edition). London: Religious Education Council of England and Wales, 2023.

Republic of Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan [Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 55 of 2007 concerning Religious Education and Religious Instruction]. Jakarta, 2007.

Rosenberg, Milton J., and Carl I. Hovland, editor. “Cognitive, Affective, and Behavioral Components of Attitudes.” In Attitude Organization and Change: An Analysis of Consistency among Attitude Components. New Haven: Yale University Press, 1960.

Salter, Emma. “Welcome to my church: faith-practitioners and the representation of religious traditions in secular RE.” Journal of Religious Education 68 (2020): 289–303. https://doi.org/10.1007/s40839-020-00122-6.

Sirry, Mun’im, Bagong Suyanto, Rahma Sugihartati, Drajad Tri Kartono, and Muhammad Turhan Yani. “Teachers’ perspectives on tolerance education in Indonesian high schools.” British Journal of Religious Education 46, no. 4 (2024): 505–19. https://doi.org/10.1080/01416200.2024.2345213.

Soules, Kate E., and Sabrina Jafralie. “Religious Literacy in Teacher Education.” Religion & Education 48, no. 1 (2021): 37–56. https://doi.org/10.1080/15507394.2021.1876497.

Suryani, Anne, and A. Bukhori Muslim. Embracing Diversity: Preparing Future Teachers to Foster Religious Tolerance. Singapore: Springer, 2024. https://doi.org/10.1007/978-981-97-1616-6.

Suyanto, Bagong, Mun’im Sirry, Rahma Sugihartati, Drajad Tri Dalglish, and Muhammad Turhan Yani. “Problems of religious literacy in Indonesian education.” Journal of Religious Education 72 (2024): 165–81. https://doi.org/10.1007/s40839-024-00228-1.

Tower Hamlets Standing Advisory Council on Religious Education. Tower Hamlets Agreed Syllabus for Religious Education 2022–2027. London: Tower Hamlets Council, 2022.

Diterbitkan

31-10-2026

Cara Mengutip

Midkiff, J. (2026). Beragam Bentuk Pemahaman Keagamaan: Toleransi Kognitif di Indonesia dan Inggris. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 13(1), 65-84. https://doi.org/10.33550/sd.v13i1.611

Artikel Serupa

91-100 dari 122

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.