Menyikapi Ambivalensi Agama
DOI:
https://doi.org/10.33550/sd.v13i1.634Kata Kunci:
ambivalensi agama, dekonstruksi teks, reinterpretasi doktrinAbstrak
Editorial ini membahas ambivalensi agama, yakni agama sebagai sumber kekerasan sekaligus perdamaian, sebagaimana dikemukakan Appleby dan Gopin. Editorial ini juga memperluas ambiguitas tersebut ke konteks lain: agama bisa melegitimasi kekuasaan atau menjadi alat perlawanan, mendorong pemerintahan bersih atau justru korupsi karena doktrin pengampunan. Respons para sarjana beragam: dekonstruksi teks, studi kritis yang objektif, pendidikan agama kontekstual, dan reinterpretasi doktrin. Meski tak ada resep mujarab, ambivalensi ini perlu disikapi dengan cermat, bijak, dan kritis agar tidak memicu diskriminasi, kekerasan, dan intoleransi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Reformed Center for Religion and Society

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.