Menyikapi Ambivalensi Agama

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33550/sd.v13i1.634

Kata Kunci:

ambivalensi agama, dekonstruksi teks, reinterpretasi doktrin

Abstrak

Editorial ini membahas ambivalensi agama, yakni agama sebagai sumber kekerasan sekaligus perdamaian, sebagaimana dikemukakan Appleby dan Gopin. Editorial ini juga memperluas ambiguitas tersebut ke konteks lain: agama bisa melegitimasi kekuasaan atau menjadi alat perlawanan, mendorong pemerintahan bersih atau justru korupsi karena doktrin pengampunan. Respons para sarjana beragam: dekonstruksi teks, studi kritis yang objektif, pendidikan agama kontekstual, dan reinterpretasi doktrin. Meski tak ada resep mujarab, ambivalensi ini perlu disikapi dengan cermat, bijak, dan kritis agar tidak memicu diskriminasi, kekerasan, dan intoleransi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Sumanto Al Qurtuby, Universitas Kristen Satya Wacana

    Sumanto Al Qurtuby, PhD, adalah Pendiri dan Direktur Nusantara Institute serta Research Associate di Center for Muslim-Christian Studies, Oxford, Inggris. Ia juga Salah Satu Pendiri dan Ketua Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations di Universitas Kristen Satya Wacana. Penelitiannya berfokus pada agama, kekerasan, perdamaian, serta hubungan Indonesia dengan Arab Saudi dan Asia Tenggara. Buku terbarunya adalah Polemics on Antisemitism and Philosemitism in Indonesia, dan artikel terbarunya adalah “Challenging the Common Claim: Brittle Christian-Muslim Relations in Maluku.”

Unduhan

Diterbitkan

31-10-2026

Cara Mengutip

Al Qurtuby, S. (2026). Menyikapi Ambivalensi Agama. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 13(1), i-iv. https://doi.org/10.33550/sd.v13i1.634

Artikel Serupa

81-90 dari 94

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama